dimassurya.com

Learn anything that worth for something

Tabayyun, dan pemaknaannya dalam ranah media sosial.

Hari Jumat kemarin, saya menyempatkan diri untuk mengikuti salah satu agenda yang rutin dilakukan oleh organisasi mahasiswa Islam di UI, yaitu Salam, mereka mengadakan sebuah kegiatan di Jumat Malam pukul 20.00 berlokasi di Masjid Ukhuwah Islamiyah (Mesjid UI). Kegiatan tersebut bernama Mabit, atau bisa disebut Malam Bina Iman dan Taqwa.
Salah satu tema yang diangkat oleh pembicara pada malam itu adalah pentingnya melakukan Tabayyun, dimana bisa berarti mencari kebenaran dalam suatu berita hingga jelas benar keberadaannya. Allah SWT juga dalam firmannya berkata:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat : 6).
Dari kutipan ayat tersebut bisa kita maknai, bahwa Allah SWT telah menganjurkan kepada kita sebagai manusia untuk bisa meneliti dan menyeleksi informasi yang ada di kehidupan sekitar kita, baik pada saat kita mendengar dan melihat berita yang menyangkut masalah besar seperti Ekonomi, Politik, maupun Hukum. Hingga ke ranah yang lebih kecil seperti Hiburan, Olahraga, maupun informasi yang beredar di lingkungan terdekat kita.
Berkaitan dengan hal yang telah dijelaskan sebelumnya, dewasa ini kita melihat, arus informasi mengalir begitu banyak dan begitu cepat. Hal ini didasari oleh kemajuan teknologi yang memang saat ini sedang berkembang cepat, terutama di bidang teknologi informasi, salah satunya adalah tumbuh kembangnya jumlah masyarakat yang menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, dll.
Berdasarkan Facebook Statistic tahun 2012, lebih dari 30 Milyar konten di bagikan di Timeline oleh para pengguna setiap harinya, artinya, akan ada banyak berita ataupun konten online yang dapat kita lihat melalui lini masa Facebook kita. Namun manakah diantara artikel-artikel tersebut yang mengandung kebenaran yang hakiki? tentu akan memakan sangat banyak waktu jika kita harus memilah dan mencari kebenaran berita-berita yang beredar tersebut, apalagi jika kita mau meneliti berita tentang kejadian yang berada di negeri yang jauh lokasinya.
Sekedar pengingat untuk diri pribadi secara khusus, dan teman-teman secara umum, agar kita bisa lebih bijaksana sebelum kita menyebarkan informasi tertentu, terutama dalam ranah media sosial. Alangkah buruknya apabila bila kita tidak mengetahui suatu berita secara mendalam, namun sudah kita sebarkan dan ikut menyampaikan kesimpulan terhadap berita tersebut.
Jangan sampai kita menjadi manusia yang merugi apabila berita tersebut adalah suatu fitnah yang keji, namun kita malas mencari tahu kebenarannya, sehingga kita sudah berikan penghakiman terhadap objek yang menjadi sasaran dalam berita tersebut, dan yang paling berbahaya adalah kita juga terkena dosa fitnah dikarenakan tidak menelusuri keabsahan dari sumber atau pihak yang menyebar luaskan berita tersebut.
Akhir kata, saya sebagai manusia, meminta maaf apabila terdapat kekurangan, baik itu yang disengaja maupun tidak. Mari menjadi manusia yang lebih berkualitas dengan memperdalam agama masing-masing.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 5, 2015 by in Self Develop.

Archives

July 2015
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: