dimassurya.com

Learn anything that worth for something

Biro Jodoh Islami, solusi kegalauan masyarakat Indonesia

Yah ilah dim, ga ada yang lain apa pembahasannya….

Sebelum dikomentarin orang lain, gw komentarin diri gw sendiri dulu ya, karena gw ngerti nih tabiat orang-orang, apalagi kalau gw bahas tentang hal yang ga abis-abis ceritanya.

Berawal dari hari ini, gw melihat dan mencari-cari bacaan dari Internet, nah tibalah gw di satu forum yang gw sering sambangi beberapa bulan ini. Pertama adalah membahas tentang halal marketing dan yang kedua adalah potensi masyarakat menengah muslim, silahkan kalau mau dibaca.

Konklusi yang gw bisa ambil dari kedua artikel tersebut adalah, untuk artikel pertama, lebih kepada membahas pendekatan-pendekatan yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan Halal Branding, sementara untuk artikel kedua adalah membahas tentang keberadaan masyarakat muslim sebagai pasar yang bisa digarap kedepannya.

Sekilas bahasa mereka kedua artikel tersebut berat, namun gw coba melakukan penalarannya dengan mencoba mengeluarkan ide yang kemungkinan besar, masih kalah jauh dibanding mereka berdua, setidaknya gw mencoba ya, hehe.

Nah, permasalahan yang mau gw angkat adalah, lagi-lagi mengenai cinta, hahahaha……. (yah namanya juga ide, ga bisa ditebak kapan dan bentuknya kayak gimana pas datang)

Dimulai dari temen-temen gw di LINE. Kalian pasti tau kan kalau di LINE ada yang namanya fitur Timeline, nah entah kenapa ada satu akun yang menurut gw punya engagement rate yang lumayan tinggi (gw baru ukur dengan firasat sih), akun apakah itu, tidak lain dan tidak bukan adalah (menurut gw) “Berdakwah“, mungkin bisa dilihat sekarang oleh temen-temen, banyak ga sih yang  re-share artikel2 kayak gitu??

Nah kembali lagi ke masalah awal, ga jarang juga akun ini memberikan artikel dan nasihat tentang pemilihan Jodoh, coba aja dilihat. Nah disini gw melihat fenomena yang unik, dimana temen-temen gw, baik itu laki-laki maupun wanita, walaupun lebih banyak wanita, itu suka banget re-share dan mengomentari tentang nasihat tersebut. Oh iya, yang gw maksud temen-temen gw itu, rentang umurnya itu berkisar antara 20-25 tahun. Jadi kesimpulan yang masih cetek dari gw adalah, umur-umur segini, adalah umur-umur yang masih rapuh, terutama untuk masalah percintaan.

Dari permasalahan ini, gw melihat adanya suatu potensi bisnis yang menggiurkan sebenarnya, kenapa ya gw ngga buka semacam Biro Jodoh dengan cara Islami?? pasarnya gw yakin akan terus ada koq, mulai aja dari umur 23-26 tahun, baik itu laki-laki dan wanita, karena jujur, selain Indonesia sebagai negara yang mempunyai umat muslim terbanyak (CMIIW), Grafik penduduk Indonesia masih Segitiga normal, yang berarti lebih banyak golongan muda, dibanding yang tua.

Siapa sih yang ngga mau pasangan yang baik?? siapa juga yang ngga mau masuk surga bareng-bareng?? coba tanya deh ke diri kita masing-masing, apakah dengan cara yang selama ini kita lakukan, macam pacaran yang ada di luar sana, dibenarkan oleh agama??? sebutin dalilnya kalau boleh tau. Oh iya, ini gw juga mengingatkan diri sendiri ya.

Terkadang kita mungkin merasa ngga punya pilihan, karena ngga ada orang ataupun pihak yang bisa membimbing kita, benar ngga? kalaupun ada, nyarinya tuh susah. Nah rencananya sih, dengan adanya “Start-Up” ini, Insha Allah bisa membantu orang-orang yang disebut diatas itu, yah mungkin bukan dalam waktu yang singkat bisa diikutin oleh banyak orang, tapi setidaknya we make a move right?? even though it’s only a small things.

Kekhawatiran gw juga muncul dari luar sebenarnya, salah satunya aplikasi Tinder. Gw akui gw masih install Tinder di HP gw. Pengalaman gw dengan Tinder adalah, rata-rata wanita yang match sama gw merasa awkward, malu, dan bingung mau ngomong apa pada saat Chatting. Hal ini bisa berarti bahwa masyarakat kita masih belum nyaman dengan menggunakan aplikasi ini, which is good, karena kita masih punya harga diri untuk ga disebut “Jones” dan “haus belaian

Tapi bukan bisnis namanya kalau bukan berkembang, takutnya adalah, si Tinder ini akan terus invest gede-gedean untuk pasar di Indonesia, sehingga akan berujung kepada yang tadinya malu-malu di chat, jadi umbar kemaluan di chat, kan bahaya tuh. Nah makanya itu, gw merasa ada beban moral sebenarnya dengan gw menulis tulisan ini, karena secara ngga langsung gw harus bertanggung jawab terhadap masalah ini dan mencari solusinya.

Akhir kata, disini gw cuma ingin mengingatkan diri gw pribadi khususnya, terutama tentang potensi pasar dan kondisi moralitas yang ada di negara kita. Jangan sampai potensi kita sebagai masyarakat muslim yang terbanyak, akan menjadi sia-sia, dan berujung kepada lemahnya persaingan kita dari segi ekonomi.

Mohon maaf jika ada yang kurang nyambung dan kurang data, asalkan gw ngga kurang ajar aja ya, hehe. Intinya, gw masih membutuhkan ide-ide dan masukan segar dari kalian, untuk membuat pemikiran dan aksi yang lebih hebat. Mohon bantuannya.

Thanks,

Dimas

Advertisements

3 comments on “Biro Jodoh Islami, solusi kegalauan masyarakat Indonesia

  1. amanda
    July 25, 2015

    nice idea, but then u have to define what is ‘Islami’, is it ‘sharia law’ or ‘local custom’..lebih kompleks untuk context Indo, they just seem to be blurred because they bind up

    Like

    • dmsurya
      July 25, 2015

      Alright then, maybe for the next post, i’ll figure out how to make it more general, so anyone could read and understand the idea of it. Thanks for your advice anyway, really appreciate it. Anyway, i just take a peek look at your website, it’s quite good, especially for the visual. Keep it up 🙂

      Like

  2. amanda
    July 26, 2015

    thanks! anw random talk, just talked with my Chinese friend. ternyata sampai saat ini budaya di sana (sexuality and marriage) masih cenderung restrictive seperti di Indo. Ada satu biro jodoh di lokal area cina, caranya unik. Jadi yang koresponden dengan bironya adlh ortu masing2. One day ortu2 itu dikumpulin di taman sambil megang advert board isinya profile anak masing2. Kalau mereka nemu yang cocok satu sama lain, then di arrange deh kopdar sama anak mereka. Quite surprised sih, kadang lebih unik dari cara taaruf traditional.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 8, 2015 by in Business Strategy.

Archives

July 2015
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: